Pekanbaru – Bencana banjir Bandang dan tanah longsor telah melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera, di antaranya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hujan exstrem tinggi dalam beberapa hari terakhir menjadi pemicu terjadinya banjir Bandang hingga tanah longsor, merendam Jalinsum rute Sumatra utara – Aceh hingga setinggi sekitar satu meter. Banjir di wilayah Langkat membuat jalur nasional itu lumpuh total sejak Rabu, (26/11) dan sejumlah kecamatan terisolasi.
BMKG menjelaskan, bahwa hujan deras ini dipicu oleh siklon senyar yang merupakan fenomena langka yang biasanya tidak terjadinya di wilayah khatulistiwa indonesia.
Curah hujan tercatat mencapai 226mm/hari, jauh diatas rata-rata hujan bulanan di indonesia yaitu 150mm/hari. Kondisi ini memicu hujan berkelanjutan, angin kencang dań longsor di sejumlah wilayah.
Data terakhir yang dicatat melalui CNN Indonesia, sebanyak 97.384 warga Aceh terdampak banjir yang telah melanda sejak sepekan. Dengan ketinggian air hingga 130 cm, banjir itu telah memakan 2 korban jiwa di Kabupaten Aceh Utara.
Sementara di Kota Medan, Sumatera Utara, juga dilanda banjir imbas meluapnya tiga sungai besar sejak Kamis (27/11) dini hari dan ada sebanyak 11 kabupaten yang terdampak. Data sementara menyebut, tercatat 32 orang tewas dan dipastikan akan bertambah seiring masih dilakukan pencarian.


Komentar